Potensi daerah Kabupaten Musi Banyuasin

Pertanian/Sawah
Luas penggunaan lahan untuk sawah dan padi ladang di Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2006 adalah seluas 45.391 Ha atau 3,18 % dari luas wilayah kabupaten. Berdasarkan wilayahnya, maka penggunaan sawah paling luas terdapat di Kecamatan Bayung Lencir dengan 24.105 Ha atau 53,11 % dari seluruh penggunaan lahan sawah di Kabupaten Musi Banyuasin. Untuk Kecamatan Sekayu sebagai ibukota kabupaten, lahan yang dimanfaatkan untuk sawah di wilayah ini relatif cukup luas yaitu 5.647 Ha atau 8,48 % dari total luas sawah kabupaten.
 
Perkebunan
Komoditi perkebunan yang banyak dimanfaatkan berupa perkebunan kelapa sawit, karet dan di beberapa tempat oleh penduduk ditanami komoditi kelapa dengan luas lahan penggunaan perkebunan untuk kebun rakyat 312.613,30 Ha atau 21,91 % dari luas wilayah kabupaten. Sedangkan pemanfaatan kebun campuran meliputi area seluas 121.538,79 Ha atau 8,52 % dari luas wilayah kabupaten dan pemanfaatan perkebunan besar seluas 127.215,63 Ha atau 8,92 % dari total luas wilayah kabupaten.

Pertambangan
Sektor pertambangan dan energi merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Musi Banyuasin yaitu 66,86 %, setelah itu disusul pertanian 12,35 % .Sesuai dengan potensi yang ada minyak dan gas bumi adalah komoditas yang paling berharga, berdasarkan penelitian Dinas pertambangan masih banyak potensi migas dan batubara yang belum dieksplorasi, ada 2.374.508 MSTB minyak yang belum berproduksi, dan 16.209 TSCFbatubara yang belum diproduksi. Sementara Deposit batubara dan Coal bed Methane (CBM) sebagai energi unggulan mempunyai cadangan batubara 3,5 milyar ton dan CBM sebesar 20 TCF yang belum dimanfaatkan. Peluang pemanfaatan CBM dioptimalkan di Batang Hari Leko, Sungai Lilin, Bayung lencir dan Sungai keruh melalui Methanol plan.

Kehutanan
Tutupan lahan hutan di Kabupaten Musi Banyuasin terdiri dari hutan primer, hutan sejenis, hutan lebat dan hutan konversi. Hasil perhitungan untuk tutupan belukar seluas 535.421,57 Ha atau 37,53 % dari luas wilayah kabupaten, sedangkan untuk hutan sejenis teridentifikasi seluas 114,710,03 atau 8,04 % dari luas wilayah kabupaten dan untuk hutan lebat seluas 53.792,41 Ha atau 3,77 % dari luas wilayah kabupaten, sedangkan untuk Hutan Konversi seluas 124.549 Ha atau 8,73 % dari luas total kabupaten
Berdasarkan data penataan batas kawasan hutan, di Kabupaten Musi Banyuasin terdapat empat jenis fungsi hutan yaitu Hutan Suaka alam, Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas, dan Hutan Produksi. Dari data tersebut, kawasan hutan di Kabupaten Musi Banyuasin tercatat seluas 714.440 Ha atau 50,43 % dari luas seluruh wilayah kabupaten.

Fungsi hutan yang paling luas adalah hutan produksi dengan area seluas 423.515 Ha atau 29,69 % dari luas wilayah kabupaten. Luas hutan produksi terbatas dengan area seluas 93.569 Ha atau 6,56 % dari luas wilayah kabupaten. Sedangkan hutan lindung dengan luas 19.229 Ha atau 1,35 % dari luas Kabupaten Musi Banyuasin, merupakan fungsi hutan dengan luas paling kecil. Kemudian fungsi Hutan Suaka Alam yang terdapat di Kecamatan Bayung Lencir dan Keluang penyebarannya meliputi area seluas 58.578 Ha atau 4,11 % dari luas seluruh wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Selain itu fungsi Hutan Konversi seluas 124.549 Ha atau 8,73 % dari luas wilayah kabupaten.

sumber: kabar muba

Add comment

Security code
Refresh